SUMEDANG — Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kearifan lokal, Babinsa Koramil 1004/Tanjungsari, Serda Asep Nurdin, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial sekaligus pendampingan pengamanan pada acara seni budaya ngadu domba. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Cigendel RT 03/RW 07, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (30/08/2026).
Kegiatan bakti dan pendampingan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI dengan para pecinta seni budaya tradisional ngadu domba. Selain itu, kehadiran Babinsa di lokasi bertujuan untuk mengawasi jalannya acara dari pembukaan hingga penutupan agar tetap tertib, aman, serta terfokus pada pelestarian budaya dan hiburan rakyat yang sehat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Babinsa Koramil 1004/Tanjungsari, Ketua Pamidangan Cigendel, perwakilan Karang Taruna, serta para peserta pecinta seni budaya dari berbagai wilayah.
Ketua Pamidangan Cigendel, Bapak Wawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan nyata dari pihak TNI.
"Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Koramil 1004/Tanjungsari, khususnya Bapak Babinsa yang telah hadir mendampingi dan mengawal kegiatan seni budaya ini sehingga dapat berjalan lancar, aman, dan menghibur masyarakat tanpa ada kendala, " ujar Bapak Wawan.
Sementara itu, Babinsa Serda Asep Nurdin mengungkapkan bahwa pendampingan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap tradisi dan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan keamanan sekaligus membangun kebersamaan dan komunikasi yang erat dengan para pelaku serta pencinta seni budaya lokal di wilayah binaan, " tutur Serda Asep Nurdin.
Dari Makoramil, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1004/Tanjungsari, Kapten Inf. Agus Hermawan, menegaskan pentingnya peran TNI dalam menjaga harmoni dan mendukung pelestarian budaya bangsa di tengah masyarakat.
"Kami selalu menginstruksikan para Babinsa agar senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat dalam setiap kegiatan positif, termasuk pelestarian seni budaya lokal. Budaya ngadu domba ini bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan menjaga kearifan lokal Sumedang agar tetap lestari, " pungkas Kapten Inf. Agus Hermawan.
Seluruh rangkaian kegiatan bakti dan pagelaran seni budaya ini berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan penuh keakraban hingga selesai.

Gagan Nur Rohmansyah