SUMEDANG - Kebakaran melanda kebun bambu di pinggir jalan umum, Dusun Cijambu RT 02/RW 04, Desa Kadakajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (07/09/2026) sekitar pukul 19.20 WIB.
Kebakaran pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari warga kepada Babinsa Desa Kadakajaya, Serda Ridwan. Mendapat informasi tersebut, Babinsa segera melaporkan kejadian kepada Danramil 1004/Tanjungsari yang kemudian memerintahkan personel untuk menuju lokasi.
Personel Koramil 1004/Tanjungsari bersama aparatur desa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat kemudian melakukan penanganan serta berkoordinasi dengan Forkopimcam dan Unit Damkar Tanjungsari. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Perhutani Blok Manglayang Timur untuk mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke area lainnya.
Berdasarkan informasi sementara di lapangan, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang mengenai ilalang kering hingga menimbulkan percikan api. Kondisi musim kemarau yang disertai angin membuat api dengan cepat menjalar dan membesar di sekitar lahan bambu.
Proses pemadaman dilakukan secara manual oleh warga dan aparat dengan upaya penyekatan agar api tidak meluas. Penanganan juga mendapat dukungan satu unit kendaraan pemadam kebakaran. Lokasi kebakaran yang berada di sisi jalan umum turut memudahkan proses penanganan.
Sekitar pukul 19.50 WIB, api berhasil dipadamkan. Setelah pemadaman, personel bersama warga tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.
Babinsa Desa Kadakajaya Serda Ridwan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di sekitar lahan kering.
“Di musim kemarau seperti sekarang, lahan dan ilalang mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api agar dapat ditangani sebelum meluas, ” ujar Serda Ridwan.
Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf. Agus Hermawan mengapresiasi respons cepat warga dan unsur terkait dalam menangani kebakaran tersebut.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi kering dan angin cukup kencang. Kecepatan dalam melaporkan dan melakukan penanganan sangat penting untuk mencegah api meluas, ” tutur Kapten Inf. Agus Hermawan.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sementara kerugian material berupa lahan kebun bambu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 50 meter.
Penanganan kebakaran berlangsung dengan aman dan lancar. Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi tetap dipantau oleh unsur terkait untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (PERS)
